dua puluh duaku yang AWESOME.

By | 2:59 PM Leave a Comment
Mungkin ini hari paling menyenangkan dalam hidupku. Hari yang aku tunggu-tunggu sekaligus idamkan. Layaknya gadis kecil mengidamkan boneka, tapi kali ini aku mengidamkan sebuah hari dimana hampir sebagian kecil orang yang kukenal akan tertuju padaku dan mengingat diriku.

Sebelum hari itu tiba, aku sudah mengikat tekatku untuk tetap mengucap syukur apapun yang akan terjadi dan apapun yang akan diberikan. Belajar dari dua tahun lalu ketika hari yang sama, tetapi dengan tahun yang berbeda aku merasa itu bukan hari yang kuinginkan. Justru ingin segera melewatinya tanpa sebuah tekad perubahan.

tapi hari ini aku mengontrol semua pikiranku dan berbicara pada diri sendiri bahwa ini adalah hari spesial di mana aku hanya melewatinya setahun sekali. Mau biasa aja, atau spesial pun, ini adalah hari indah di mana Tuhan memberkatiku dengan cara menambah satu angka pada bagian umurku. Tidak hanya menambah satu angka, tetapi juga menambah sebuah kedewasaan yang bisa aku dapatkan ketika pikiran itu mau aku wujudkan.

Dan ini lah harinya!

Aku mulai menerima berbagai ucapan-ucapan doa dan harapan yang biasa diterima oleh semua orang ketika perubahan angka itu datang menghampiri. Lewat Facebook, Twitter (re : dwiteerrrr) BBM dan juga SMS. Satu yang tidak pernah aku kira, aku menerima sebuah voice note yang asalnya dari seorang laki-laki yang sangat aku kagumi. Barry Likumahuwa orangnya. Walau hanya 16 detik, walau hanya sebuah kata-kata "Halo Ribka, Happy Birthday! Wish you all the best and bla bla bla..", suara itu benar-benar membuatku tersenyum sepanjang hari. dalam hati aku berucap, "Ya Tuhan, voice note ini saja sudah sangat cukup bagiku".

Malam itu, aku memang sudah merencanakan untuk merayakan hari jadiku bersama orang-orang terkasih, yaitu keluargaku. Bapak,mamak, dan Apul adalah keluarga adalah satu alasan mengapa aku sungguh mengucap syukur. Kalau dua tahun lalu aku berharap sahabat-sahabat, pacar (mantan pacar) memberikanku surprise, tapi kali ini aku memutuskan bahwa mereka lah hadiah terindah bagiku. 

**

Esok harinya ketika selesai melayani menjadi organis di gereja, aku benar-benar tidak merasakan hal-hal ganjil. Entah kenapa hari itu aku pergi menemani Oneng (panggilan sayang ke Ony) membawa buku-buku pujian untuk ditaruh di lemari. Aku juga sempat berlama-lama berbincang mengenai museum budaya yang memang aku tertarik membicarakannya bersama bang Joe Marbun. Ketika selesai berbicara, aku sempat izin pulang pada oneng, tapi dia menahanku dengan alasan ingin berbicara sesuatu. Sampai di sini pun, kecurigaanku tidak meningkat. Hingga Onenk selesai berbicara, aku menagihnya untuk berbicara, tetapi dia tetap membiarkanku mengejarnya. Aneh memang, hari itu kepekaanku lagi di titik terendah. Benar saja. Masih aku menemui Apul di dalam gereja, menanyakan dirinya yang kebetulan banget setia nungguin aku tanpa marah-marah. Ketika keluar gereja, baru aku menemukan banyak perempuan cantik menyorakkanku "Happy birthday". Kulihat di sana Tiur yang membawakanku Birthday Cake. Aku tidak bisa berkata-kata. Mana mungkin aku tidak kepikiran sampai sejauh itu. Yang aku tahu, aku adalah orang yang penuh kecurigaan. Tapi siang itu Tuhan mengizinkanku untuk jadi perempuan yang polos. 


Terimakasih untuk orang-orang yang telah setia dan rela menunggu aku selesai ibadah di gereja dan memberikanku hadiah yang tidak terlupakan. Tongs, bang Parlin Sinaga, Papa Palti Silaban, Charis Hutapea, Martin Silalahi, Dirga Sianturi, Irene Hutapea, dan Leony Pasaribu. Kalian mencerahkan usia 22 1 hariku.

Ini foto-foto yang kuambil setelah aku menerimanya. Pilihanku hari ini adalah HARUS BERBAGI SELAMA BISA BERBAGI :)


 


Tulisan diambil ketika aku berada di dalam gereja. Duduk paling belakang dan diiringi sebuah piano klasik.

0 comments:

Post a Comment