I Smile

By | 6:19 AM Leave a Comment
"I smile, even though I’m hurt see I smile. I know God is working so I smile, You look so much better when you smile" by Kirk Franklin
Layaknya anak kecil yang selalu tersenyum ketika ayahnya datang membawa mainan kesukaannya. Ia akan menarik bibir kecilnya dan menunjukkan beberapa giginya yang masih berusaha tumbuh. Sadar bahwa ayahnya berjalan menujunya dan tidak ingin melewatkan kesempatan waktu yang terbuang, berlari dan memeluk ayahnya, dan berbisik, "thankyou dad".
 Sekilas anak ini bahagia dan bisa tersenyum karena ada sesuatu yang membuatnya tersenyum. Ya. Mainan. Boleh dibilang mainan ini adalah hal yang ditunggu-tunggunya ketika ayahnya berangkat ke luar. 
Kadang manusia tersenyum ketika apa yang diinginkan itu bisa terjangkau dan didapatkan. Tetapi ketika hal itu tidak kita dapatkan, apakah kita masih dapat tersenyum? Saya sendiri tidak. Saya akan mulai menunjukkan wajah geram saya dan mulai mengeluarkan setetes, dua tetes bahkan bertetesan air mata yang tidak dapat dibendung. Saya tidak bisa menerimanya dan mulai menggerutu hingga menyalahkan Tuhan secara halus.
Pertanyaan yang akan muncul adalah, "Mengapa saya harus melewati hal-hal ini?" atau "Mengapa saya tidak bisa seperti mereka?" Banyak sekali kalimat pertanyaan yang mengganggu di pikiran hingga tak cukup untuk disampaikan, hanya tersimpan dan menumpuk saja.
Senyum pun mulai menghilang dari peredaran wajah dan manusia pun sampai lupa bagaimana caranya tersenyum tulus. Senyum bukan berarti menarik bibir ke samping kemudian menunjukkan gigi, tetapi senyum bermakna lebih dari itu.
Kita pun mulai untuk merenungkan semua hal yang tidak terjadi pada hidup kita. Kita mulai membandingkan diri kita dengan orang lain. Kita mulai untuk menyesal kemudian merancang hal-hal yang seharusnya dilakukan agar hal keinginan tadi bisa tercapai.
Percayakah kamu bahwa rancanganmu tidak lebih baik dari rancanganNya? Apakah lebih baik ketika kamu tetap tersenyum di saat hal-hal tersebut menimpamu? Kita diajar untuk memberkati orang lain, tetapi wajah kita saja tidak mencerminkan berkat itu. Senyuman justru adalah berkat yang kelihatan kecil, tetapi sebenarnya maknanya sangat luar biasa.
Andaikan kamu sedang bersedih karna sesuatu hal. Tetapi ketika kamu melihat anak bayi tersenyum dengan dua giginya yang terpampang di depan sambil bermain-main dengan ibunya, apakah kamu tidak ikut tersenyum, walaupun sebenarnya kamu lagi bersedih. Atau kamu sedang melihat anak anjing yang polos sedang bermain-main dengan tubuhnya sendiri, apakah kamu tiba-tiba tidak tertawa kecil melihat wajah polosnya?

Senyum bukan karena kamu bahagia. Tetapi di saat sedih pun, kamu wajib tersenyum dan menyebarkannya ke orang lain. Urusan kamu nggak dapat apa yang kamu inginkan, itu bukan kamu yang mengatur. Tapi ada SESEORANG. Dan kamu harus percaya itu. Pasti kamu makin bisa mulai tersenyum.
BIG SMILE! :)

0 comments:

Post a Comment