Sendiri

By | 11:22 PM Leave a Comment
Aku hanya duduk berdiam diri di pojokan cottage. Memandang keluar. Menatap butiran air yang jatuh hingga sampai di tanah. Kadang mengenai pohon-pohon kecil yang berdiri tegak tanpa terpengaruh angin. Semua kenangan itu kembali merasuki. Ia pintar memilih waktu. Ia masuk dari lubang kesendirian hingga menembus hati yang belum dibersihkan oleh ketulusan.

Butiran air semakin kuat suaranya. Rasa dingin mulai menusuk kulit tebal ini. Aku mulai melipat tanganku di depan dadaku. Menyilangkannya dengan harapan rasa dingin itu tak mampu masuk. Tapi ia memang kuat. Lebih kuat dari yang kuduga. 

Aku akhirnya membiarkan rasa dingin itu menyelimutiku. Bulu tanganku mulai spontan berdiri tanpa permisi. Aku mengelus kedua tanganku. Malu pada angin yang melihat bulu tanganku berdiri dengan bangga. 

Kenangan itu juga masih berjalan-jalan di pikiranku. Mungkin selama butiran air jatuh, maka kenangan ini tak akan pernah berhenti. Kunaikkan kakiku ke kursi yang dibalut rotan. Sekarang aku gantian memeluk kakiku. Berandai dia adalah dia yang jauh di sana. Bertopang dagu manja pada lutut kasarku. Melihat kejauhan.

Aku tidak pernah sesendiri ini..
by Deviantart

0 comments:

Post a Comment