Benarkah Februari Begitu Tulus?

By | 5:30 PM 4 comments
Source: www.pinterest.com
To: Bulan yang katanya penuh hiruk pikuk kasih sayang

Setiap kamu datang, berjejer warna pink pasti berbaris rapi di setiap sudut.
Setiap kamu datang, para penjual bunga pasti mulai keranjingan pesanan.
Setiap kamu datang, maka para manusia yang belum menemukan 'temannya' , tiba-tiba berubah jadi penuh perhatian kepada teman yang tak begitu dekat sebelumnya.
Setiap kamu datang, para penjual kue pasti tak segan menawari konsep yang terkesan romantis.
Setiap kamu datang, lirik lagu di radio tak pernah kasar ataupun menghakimi.
Setiap kamu datang, pikiran positif yang agak dipaksakan, pasti naik level dua kali lipat. Dari yang nggak mungkin jadi mungkin.
Setiap kamu datang, tiba-tiba saja semua menyamar menjadi penuh kasih?

Aku menduga bahwa sebulan penuh ini, kamu pasti mencuatkan senyum tak henti. Tapi bisakah bukan kamu saja yang pantas bahagia? Aku tak mau sekarang tengah bersorak-sorak menunggu kisah cinta yang baru, tapi di bulan lain, aku malah merengek-rengek tak bisa terima hanya karena mereka memperlakukanku secara tak baik. 

Bisakah kamu berlagak tulus dengan temanmu yang lain? Pada Januari, mungkin? Atau pada Maret, Mei, Juli, Agustus, Oktober dan kelima bulan yang lain? Mereka terkadang iri padamu. Bisakah ajarkan mereka bagaimana caranya berbagi tanpa berharap? Agar bukan aku lagi yang kena getahnya.

Kamu sendiri tau, orang akan lebih memilih kamu dibanding bulan-bulan lain. Setiap ditanyakan, hampir semua orang berteriak, "Aku tak sabar bertemu Februari." Apa artinya? Kamu begitu spesial karena ketulusanmu mengizinkan mereka dan diriku berekspresi. Tapi apa benar-benar tulus, kalau teman-temanmu saja tak merasakan hal yang sama?

Aku yakinkan sekali lagi, jangan terlalu baik denganku atau dengan yang lain, kalau dengan teman seperjuanganmu saja, kamu tak rela sejajar. Apa yang kukatakan sebenarnya bukan untukku, bukan untuk yang lain, tapi memang untukmu. Kalau kau layak seimbang dengan yang lain, aku imajinasikan kita semua pasti hidup berdampingan tanpa air mata.

Aku tantang kamu. Setelah dua puluh delapan hari selesai, masih adakah kehangatan di pundak Maret, April, Mei, dan bulan lainnya? Jikalau masih, terima kasih banyak, sayang :)

4 comments: Leave Your Comments

  1. Jarang-jarang nemu surat puitis gini, hebat kak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, makasih sudah mampir ke 'kertas' penuh curhatan ini :)

      Delete
  2. "Kalau kau layak seimbang dengan yang lain, aku imajinasikan kita semua pasti hidup berdampingan tanpa air mata."

    So drep, Ndut. Words! :)

    ReplyDelete