The Latest

Showing posts with label #Mesemmesemsendu. Show all posts
Showing posts with label #Mesemmesemsendu. Show all posts
Lelah asa kurasa
Dibendung perih tertahan bakti
Alasan yang tak tertembus air mata
Mengoar-ngoar tapi tak digubris
Menyendu tapi diabaikan
Berdiam kala yang satu bingung
Tersendak kala yang satu berapi
Mengelak ketidakberdayaan pendapat
Melawan kehendak yang bukan dari hati
Tersungkur ketidaksanggupan berkata
Hanya teriakan batin yang tak akan terdengar
Bilang pada siapa
Yang mau diceritakan bahkan tak berani menongol

Aku, aku yang tergiling
Oleh rasa ketidaknyamanan
Bahkan ketidaksukaan
Kini harus memilih satu pilihan yang bahkan tak ada pilihan
Iya atau harus mau
Tidak ada keramahan untuk rasa enggan
Aku lelah pada kuat yang memaksa...


 


Jatuh. Perlahan. Basah. Terus mengalir.
Rasanya seperti tiga tahun lalu.
Aku kembali patah hati untuk sebenar-benarnya.
Layaknya ditampar batu bata.
Mungkin lebih sakit dari itu.
Atau seperti disambar petir.
Gosong.
Bekasnya pun tak hilang sampai detik ini.
Mungkin belum dan akan lama.

Tapi ini cuma patah.
Belum terpisah.
Jadi masih ada harapan untuk sembuhkan hati.
Bagaimana caranya?
Aku bahkan belum tahu caranya.
Mungkin obatnya hanya berpisah, atau bangkit kembali.
Aku harus memilih.
Dan pilihanku tidak akan sama seperti tiga tahun lalu.
:)



Aku hanya duduk berdiam diri di pojokan cottage. Memandang keluar. Menatap butiran air yang jatuh hingga sampai di tanah. Kadang mengenai pohon-pohon kecil yang berdiri tegak tanpa terpengaruh angin. Semua kenangan itu kembali merasuki. Ia pintar memilih waktu. Ia masuk dari lubang kesendirian hingga menembus hati yang belum dibersihkan oleh ketulusan.

Butiran air semakin kuat suaranya. Rasa dingin mulai menusuk kulit tebal ini. Aku mulai melipat tanganku di depan dadaku. Menyilangkannya dengan harapan rasa dingin itu tak mampu masuk. Tapi ia memang kuat. Lebih kuat dari yang kuduga. 

Aku akhirnya membiarkan rasa dingin itu menyelimutiku. Bulu tanganku mulai spontan berdiri tanpa permisi. Aku mengelus kedua tanganku. Malu pada angin yang melihat bulu tanganku berdiri dengan bangga. 

Kenangan itu juga masih berjalan-jalan di pikiranku. Mungkin selama butiran air jatuh, maka kenangan ini tak akan pernah berhenti. Kunaikkan kakiku ke kursi yang dibalut rotan. Sekarang aku gantian memeluk kakiku. Berandai dia adalah dia yang jauh di sana. Bertopang dagu manja pada lutut kasarku. Melihat kejauhan.

Aku tidak pernah sesendiri ini..
by Deviantart

Tidak dalam seperempat detik, jari-jari itu telah berpindah tuts, dari putih ke hitam, kemudian berpindah lagi.

Aku tertegun melihat jari-jari itu. Sekali lagi aku tertegun. Bahkan hingga terganga. Aku terus menatap layar itu. Layar yang memperlihatkan kelihaianmu memencet tuts yang hanya terdiri dari tujuh nada.

Tidak hanya satu keyboard, aku melihat empat macam keboard. Empat keyboard dalam satu panggung besar. Dan semuanya sangat memukau. Ditambah permainan lincahmu yang tak ingin berhenti dan dengan tekunnya terus bergerak.

Aku pun mulai berimajinasi. Kemudian tertawa-tertawa sendiri. Menikmati hasil imajinasiku.

Aku berada di atas panggung besar itu. Aku menggunakan mini dress hijau toska berikat pinggang merah. Rambut keritingku kubiarkan tergerai. Mic telah kupegang di tangan kiri. Cincin besar terpakai di jari telunjuk kanan. High heelsku terpakai cantik di kakiku yang cukup besar. Make up yang minimalis juga terpampang sederhana di wajahku.

Kau pun mulai bermain dalam irama jazz apapun di keyboardmu. Dan aku mulai mengeluarkan nada pertama yang agak asing di telinga pendengar. Walau asing, tapi mereka suka. Kita pun terbawa emosi musik yang mengalunkan jiwa. Penonton pun mulai ikut bergoyang santai dan tetap terlihat elegan.

Menari di atas panggung sambil bernyanyi dan menatap dirimu memainkan musik itu. Dan kita berdua larut dalam alunan catchy. Akhirnya berdiri sepanggung denganmu, adalah hal terindah yang terimajinasi di pikiranku.

Suatu hari aku percaya, bisa di dekatmu dalam satu panggung dan semua orang bertepuk tangan atas hasil musik yang kamu sajikan dan yang aku serukan.. Someday.. INLINE..

Kamu jatuh tapi tak pernah menangis..
Kamu banyak tapi tak pernah sombong..
Kamu datang secara misterius, tapi aku suka kedatanganmu karena aku ada maunya.. 
Kadang kamu senang memberi tanda yang pasti bahwa kamu akan datang. Kadang tertipu dengan tandamu, kadang itu benar..
Kamu itu menyejukkan hati, menyegarkan jiwa dan memberi kesenangan bagi yang memerlukan, tapi kadang menggalaukan hati yang patah, hingga makin patah terbagi dua.. 
Kamu cantik jika terjatuh di tanah, dan meninggalkan kesan gumpalan-gumpalan yang tersusun rapi.
Kamu  itu dingin. Nyata. Meninggalkan bekas. Tapi aku ketagihan.
Kehadiranmu itu jadi dambaanku. Tiap malam. Merindumu. 

Akan adakah esok hari engkau datang membawa jutaan tetesan bahkan lebih..?
Aku melihatmu dari kejauhan. Tampak kau tak sadar akan tatapanku. Kamu masih asik dengan candaanmu bersama yang lainnya tanpa mengizinkan dirimu untuk menatapku semenit saja. Kutatap terus, kamu masih asyik membuat mereka tertawa dengan candaanmu. Aku ingin datang ke tempatmu, tapi aku takut menganggumu. Kubiarkan saja dirimu menikmati tawa renyah dari mereka.

Aku pergi menjauh.
 
Kumainkan rambut ikalku sambil memelintirkannya. Memasukkan segala pikiran baik dan buruk jadi satu tanpa memilahnya. Menggoyangkan kaki dengan gerakan yang cepat. Memutarkan bola mataku hingga seluruhnya terlihat. Satu helai terjatuh. Dua helai terjatuh. Aku berpikir ini pasti karena aku memelintirkannya. Tapi tetap saja kulanjutkan. 

Terdengar suara langkah kaki dengan nada yang tak asing bagiku. Berjalan mendekat padaku. Ketika kubalikkan tubuhku, kau siap untuk memelukku. Aku pun tersenyum girang. Kau berhasil memelukku, hingga aku tak mampu untuk melepaskannya. Aku membiarkannya karena aku menikmatinya. Kututup mataku dan kubiarkan kau mencium rambutku yang berbau cokelat. Sambil mengelus lenganmu yang masih mengikatku erat, aku merasakan darahku mengalir dengan sangat deras.
"Kamu mau di sini sampai kapan, sayang?" Senyumku pun tak dapat kutahan. "Sampai kamu datang," sambil memamerkan barang yang kukeluarkan dari tas kesayanganku. Kau pun terkejut tak menyangka. Kau mengambilnya dari tanganku secara cepat dan segera membukanya tanpa membiarkanku menjelaskan apa itu. Ketika bungkusannya hampir terbuka, senyum sumringahmu makin melebar dan segera memelukku kembali. "Terimakasih ndut," Aku pun ikut tersenyum dan merasa lega karena ternyata kau suka.

Kulihat kau kembali bercanda dengan yang lain tanpa memedulikan aku. Aku heran. Cepat sekali kamu berpindah tempat dan sudah tidak ada di sampingku. Kulihat benda yang ada di tanganku. Hadiah itu masih kusimpan di tanganku dan masih terbungkus rapi. Aku pun tertunduk lesu. Kumasukkan kembali benda itu ke tasku. Aku pun benar-benar pergi menjauh dari peredaranmu.
Sakitnya terasa lagi.
Tapi nggak sesakit dulu.
Karena penangkal itu sudah siap.

Salah itu terjadi lagi.
Kedua kalinya.
Tapi tetap saja tak sadar.

Harapan itu dilontarkan lagi.
Dengan mudahnya.
Padahal jiwa sudah berontak.

5 tahun lagi kalau sama seperti ini, ya akan tetap selalu seperti ini.
Mau berubah aja sulit banget.
Harus pakai alasan yang sama lagi.
Butuh orang baru ya buat sebuah perubahan.
Kalau mau berubah, emang harus diri sendiri.
Tapi emang niatnya belum ada.
Masih pengen kesana-kesini.
Akhirnya ada yang jadi korban.
Si korban cuma bisa pasrah dan berjuang.

TETTOT! Kena lagi.
Boleh nggak kalau ketiga kalinya jangan kayak gini.
Jadi beda dong. Pasti makin kuat.
Apa emang belom waktunya ya buat beda.

:)

Bagaimana bila hidupmu menjalani warna abu-abu? Gundah? Gulana? Cerai berai? ataukah Galau? #Eaaaaaa
Kalau saya menggambarkannya seperti anda sudah bekerja di sebuah perusahaan, tetapi bos anda tidak memberi job desk sehingga anda tidak tahu harus ngapain. Ingin datang kerja, tetapi ketika di kantor, anda hanya dicueki dan tidak dianggap. tetapi ketika anda tidak masuk kerja, maka bos anda siap-siap untuk memecat anda. #Bos yang aneh

Terlepas dari pengandaian di atas, apa yang saya rasakan kurang lebih seperti itu. Saya tidak pintar untuk mengandai-andai ;p Tetapi suam-suam kuku ini terjadi pada hubungan saya sekarang. Yap! Hubungan yang suam-suam kuku. Status iya. Tapi komunikasi, sama sekali TIDAK. Berawal dari keegoisan masing-masing yang masih ingin mempertahankan pendapat pribadi.

Nah yang menjadi pertanyaan mengapa sekarang suam-suam kuku bisa terjadi? Jawabannya simpel. Karena perempuan melontarkan satu kalimat mematikan, "lebih baik kita berteman saja kalau begini terus, kan nyaman kalau jadi sahabatan." Sedangkan pihak laki-laki adalah pihak yang sangat sensitif. Awalnya pemikiran ini mungkin nggak ada sama sekali dalam bayangannya, tetapi karena kalimat mematikan dari perempuan lah yang membuat laki-laki berpikir hal yang sama. Tetapi perempuan juga sangat terlihat tidak tegas. hatinya berkata dua makna. Akhirnya keluarlah kata BREAK dari si laki-laki.

Hingga kini pun masih tercetus status BREAK dalam hubungan kami. BREAK bisa dimaknai sebagai waktu untuk merenung dan melihat ke pribadi masing-masing. Tetapi kalau dijalani selama berminggu-minggu, bahkan sampai hari ini, ternyata BREAK adalah kata yang SALAH untuk dilontarkan. BREAK tidak menyelesaikan masalah, malah memperkeruh. Seharusnya bukan break yang keluar dari mulut laki-laki,tetapi justru "Saya mau berjuang dan berusaha". Itu lebih baik daripada mendengar, "Kita break aja biar bisa merenung". Bagi saya itu tidak bisa dilakukan ketika aktifitas yang kamu ikuti sangat lah banyak. Di mana waktu kamu bisa merenung. Sebelum tidur malam? Bukannya merenung, tetapi malah terpulas tidur saking capeknya.

Hidup ini bagi saya adalah hidup yang berat. Anda melihat orang lain mampu dan senang dengan hidup mereka. Kenapa saya tidak? Apalagi soal menjalin hubungan dengan laki-laki. Sepertinya saya selalu gagal dan tidak pernah senang dengan hubungan saya.

Tapi hari ini saya jadi belajar apa makna sebenarnya dari sebuah hubungan pacaran. Pacaran itu tidak bisa diibaratkan seperti mobil yang akan melewati jalan tol, sehingga perjalanan terasa mulus. Ya elah, jalan tol aja masih ada lobangnya, jadi masih bisa rusak tuh ban mobil #ops tapi pacaran itu seperti berada dalam sebuah truk dan harus melewati jalanan rusak dan berlobang, tetapi truk tersebut tetap dapat mengontrol untuk terus berjalan karena memiliki setir yang berguna untuk disetir. Begitu juga dengan pacaran. Ingkar janji, marah, nangis, menusuk hati itu bisa terjadi dalam pacaran, tetapi tinggal bagaimana setir atau pengendalian diri dan penguasaan diri mampu mengendalikan dan menguasai segalanya. Kita boleh kecewa, kita boleh marah,tetapi jangan sikap tersebut merusak hubungan kamu dan saya.


menggapai sinar merah merekah
membelainya secara kalem
tersenyum manja mendekap
pada satu titik di mana itu hanya sebuah imajinasi


tidak terhalang pada apapun
semuanya hanya halusinasi
hanya kau yang nyata
kembali tersenyum
dan membalasnya dengan sebuah lirikan


damai menyebar ke seluruh tubuh
seakan berkata semua baik-baik saja
memeluk jingga merah nan indah
dan berkata, "terima kasih cantik"

Kenapa bayangmu selalu tertahan 
dan memaksaku untuk merindukanmu? 
Padahal baru sedetik yang lalu kita bertukar rasa.. 

Izinkan aku untuk menangkap seluruh jemarimu
karena aku tak pernah mengijinkan biduan lain menyentuh tiap jemarimu  

Kalau kita memang ditakdirkan untuk terus saling merindu
mengapa esok kita tak akan bertemu?

simpan dan terus kubur bubuk-bubuk indah yang takkan pernah terbang
jika semenit saja kau enggan mengoreknya
Biar semua orang terus mencari dan menekanmu
hingga ketika kertas itu tercoret tinta merah
lalu kau sadar, bahwa kau lah yang pantas menggoreskan tinta merah
bukan dia, bukan dia yang terpaksa kuterima
Jalani saja rintihanmu dan lepaskan aku dalam buaian palsu




Aku takut untuk memulai lagi, tapi aku takut kehilangan dirimu
Aku ingin percaya bahwa semuanya akan lebih baik, tp masa lalu selalu menginjak harapan itu
Aku bahagia ketika aku menjalani hal yg sama saat ini, tapi aku takut itu hanya sementara
Aku senang karna ada yg berubah darimu. 

Kamu makin belajar untuk terbuka, walau baru sedikit.
Kamu makin berani menunjukkan perasaanmu, walau terlihat seperti anak kecil
Kamu mulai menghubungiku terus walau terlihat disengaja. 


Tapi aku suka kamu memperlakukanku.

Adakah satu hal yang membuat aku berani memulai kembali?

Ya. Mungkin sebaiknya harus kita mulai dengan sebuah prinsip dan komitmen. Aku ingin ini. Kamu ingin itu. Sampai sebuah titik cerah digapai. 

Mungkin dulu kita tak pernah punya dua kata itu.


Komitmen. 
Prinsip.
Tapi sekarang aku berjanji pada diriku, aku dan kamu harus memegang dua pijakan itu. 
Mungkin aku harus sedikit cuek padamu untuk mendapatkan perhatianmu. 
Mungkin aku harus terlihat biasa saja untuk terus menciptakan rasa tarik ulur, hingga tidak ada yang merasa sakit.

Kesimpulannya aku ingin kamu. Kamu ingin aku. Kesalahan masa lalu baiknya kita tulis bersama lalu kemudian kita hapus bersama dan kita pecahkan bersama. 

Jujur aku ingin kamu sekarang. 
Tapi aku tahu kita masih harus melewati banyak proses.

Kamu masih sabar kan sayang? Kalau kamu bertanya padaku, aku akan jawab, "aku akan slalu sabar kalau pada akhirnya kamu lah akhir pencapaian hidupku."

Jadi, boleh kita memulai kembali? Tapi bukan saat ini. Tapi nanti sesuai waktuNya. Selama menunggu waktuNya, aku akan selalu dekat kamu kok. Dan selalu memberimu kasih yang tulus.

Sincerely,
almost yours
Aku mau bilang. Tapi aku sadar ini bukan waktunya. Makanya aku cuma bisa nunjukkin itu lewat perbuatan.

Aku mau bilang. Cuma kamu masih terlihat sibuk.

Aku mau bilang. Tapi aku takut ternyata perhatian kamu cuma sebatas teman.

Aku mau bilang, tapi aku tetap nunggu kamu untuk berusaha.

Aku mau bilang, tapi aku masih mau bertahan sama status itu.

Aku mau bilang, tapi aku pikir sangat INDAH kalo kita dipertemukan beberapa tahun lagi setelah kita mengalami banyak perubahan.

Aku mau bilang, tapi aku ragu kamu udah bisa  jadi berbeda dan bisa ngerti aku.

Aku mau bilang, tapi teman-teman aku bilang kalo kamu harus jadi yang bertanggung jawab dan benar-benar peduli.

Aku gelisah, aku takut, aku sedih, tapi aku juga senang.
Aku mau bilang itu semua sama kamu. Tapi kamu nggak terbaca.

Aku mau bilang tapi perhatian kamu juga sama dengan yang lain.

Jadi aku cuma bisa bilang sama Tuhan buat jagain kamu terus. Berkati kamu terus.

Aku cuma bisa bilang sama Tuhan supaya kamu jadi yang terakhir buat aku.
Aku cuma bisa bilang kalau kamu tuh beda.
Aku cuma bisa bilang kalau hati aku slalu sakit tiap ngeliat cewek yang lagi dekat sama kamu.
Aku cuma bisa bilang kalau aku sedih kalau kamu ternyata cuma menganggap aku teman.
Aku cuma bisa bilang kalau kamu butuh aku, aku slalu ada kok buat kamu. Tapi mungkin kamu nggak sadar.
Aku cuma bisa bilang kalau kamu tuh slalu ada di 'sini'

Tapi aku nggak bisa bilang sekarang, karena aku tau aku nggak mampu.

Tuhan, aku benar-benar mau curhat.
Aku benar-benar butuh Engkau.
Jawab doaku ya Tuhan.
AMEN.
Seorang wanita terus mengeluh dan berburuk sangka ketika sang kekasih tidak menunjukkan rasa cintanya. Kemudian dia menuliskan sebuah pesan untuk lelakinya sebagai ungkapan terdalam keinginan terpendamnya..

Sayang..
aku hanya ingin belaian kasih sayangmu, yang tidak mampu diberikan seorang laki-laki lain yang tidak kucintai kecuali kamu, karena belaianmu mampu menenangkan diriku pada situasi-situasi tidak mendukungku.

aku hanya ingin sebuah kecupan sayang dan tulus, bukan kecupan nafsu yang hanya ingin mengambil kesempatan dalam keadaan yang tidak terduga.

aku hanya ingin dipeluk kuat, ketika aku merasa jatuh dan lelah, karena pelukanmu yang dapat membuatku kembali kuat dan bersemangat.

aku hanya ingin dihargai oleh seorang laki-laki yang telah kupilih menjadi kekasihku. Karna hanya kamu yang dapat menolongku ketika semua orang menjauhiku dan melecehkanku.

Aku hanya ingin dipuji, baik itu fisik dan kelakuan, karena ketika kamu memujiku, setiap helai hatiku terbang dan memberitahukan yang lainnya.

Aku hanya ingin mendapat senyuman tulusmu. Karena senyumanmu memberitahukanku bahwa kamu telah mengalami hal-hal hebat dan menyenangkan selama bersama denganku.

Aku hanya ingin mendengar keluhanmu. Karena ketika kau mengeluh segalanya kepadaku, ada rasa percaya yang sedang kamu tanamkan kepadaku.

Hanya itu sayang.

With love,
Adorable girl
Hei anak muda, apa yang sedang kau pikirkan saat ini ??
Masalahmu, bebanmu, studimu, ato cintamu??
Yaa smua anak muda juga memikirkan itu
Dan bagaimanapun mereka nggak akan bisa dihilangkan dari pikiran, kecuali kau hilang ingatan.

Tidak, aku tidak ingin hilang ingatan!

Kenapa tidak?
Dengan begitu, kau bisa memikirkan hal-hal baru yang lebih jauh daripada sekedar masalahmu. 

Tapi bagaimana kalau aku hilang ingatan?
Aku tidak akan mengingat kenangan-kenangan yang kusimpan rapat, yang membuatku kuat.
Masa aku harus membuat kenangan dari awal lagi
dan dengan orang berbeda?
Kamu saja yang begitu!
Biar aku begini, dengan masalahku. dan kamu begitu dengan masalahmu.
jangan ikut campur dengan urusanku!

Tapi aku tidak ingin kau berurai air mata stiap hari cuma karna hal-hal bodoh yang kau pikirkan?

Tidak! Bagiku itu bukan hal yang bodoh! Aku pikir itu adalah akting terindah dalam hidupku!
Di mana aku berperan jadi diriku yang sebenarnya!
Entah orang tau apakah aku sedang jadi diriku atau menjadi orang lain
Mereka mungkin tidak akan peduli.
Jadi buat apa susah memikirkan diriku.
Sebaiknya pikirkan dirimu saja!
Kamu kan hanya tau aku yang di luar.
Kamu nggak akan pernah tau aku yang di dalam.

Asal kamu tahu aja, kalau aku terus ingin membuka dirimu yang di dalam.
Tapi kamu tidak mengijinkan dirimu untuk membiarkan aku masuk ke dalammu
Bagaimana aku bisa tahu?

Cari tahu tentang aku!
Aku bgini karna dulu aku bgini!
Tidak bisa mengijinkan orang lain masuk kecuali dia pintar untuk memaksaku mengeluarkannya!

Brarti kau harus belajar untuk mengijinkan dirimu sendiri membukai dirimu!

Baiklah! tapi bagaimana caranya?