Copet gagal, bikin Kejutan!

By | 4:50 AM 1 comment
Aku tergerak untuk menuliskah kisahku siang tadi selepas interview di sebuah majalah. Aku yakin di luar sana belum banyak yang merasakan dicopet dan bahkan amit-amit dicopet, because it's seriously make me shocked! Sehingga kewajiban bagi aku untuk mensharingkan ini dan kiranya bisa bermanfaat, supaya lebih hati-hati saat lagi di kendaraan umum.

Ini bukan hal yang ada di bayanganku. Aku sadar hidup di Jakarta itu keras. Macam-macam profesi ada di sini, mulai dari yang halal hingga yang tidak halal. Tapi peristiwa siang tadi benar-benar masih membuatku tak menyangka mereka sejahat itu.

Jadi aku baru saja melakukan interview di jalan Kebayoran Lama. Perasaan lagi numpuk nih, artikel belum selesai, sementara aku juga lagi dituntut untuk memberikan yang terbaik demi bisa diterima di sana. This is my dream, kerja di sebuah majalah cewek :') Jadi wajar siang itu aku agak stress yang kadang terlihat lebay, semua orang kutatap sinis, karena aku punya prinsip, semua orang di Jakarta ini mencurigakan. Penampilan bagus tak menjamin kelakuannya bagus, begitu juga sebaliknya.

Dari kantor tersebut, aku naik angkot M 09 warna biru. Ada beberapa orang di dalamnya. Aku masih biasa-biasa saja sambil berpikir apa yang akan kutulis di artikelku ini, saat aku sampai kantor. Pikiran itu pun juga membuatku aku lupa bahwa aku harus turun di perempatan dekat Rumah Sakit Medika Permata Hijau. Otomatis aku harus berjalan kira-kira 250 meter dari perempatan. Aku menunggu angkot B 17 untuk menuju Kebon Jeruk. Lama sekali menunggunya, aku masih sempat melihat seorang baby sitter yang lagi makan cireng. #halah. Menunggu di bawah pohon emang enak, tapi namanya menunggu itu nggak enak sama sekali.

Akhirnya aku memutuskan untuk jalan ke arah shulter busway dengan berpikiran akan turun di Kebon Jeruk juga. Tapi aku pikir-pikir lagi, karena bis yang lewat juga jarang. Sama aja kayak menunggu angkot tersebut. Akhirnya aku putuskan untuk menunggu angkot berwarna merah tersebut. Angkot tersebut datang, dan seperti biasa aku melambaikan tanganku, tanda memberhentikan angkot. Aku naik, sesekali melihat jamku yang menunjukkan pukul 12.30 WIB. 

Saat di dalam angkot...

Ternyata aku melihat baby sitter itu lagi. Sesekali angkot tersebut berhenti karena beberapa orang mencoba memberhentikan angkot. Aku ingat sekali yang naik saat itu, seorang pemuda yang cukup berpenampilan rapi. Kemudian seorang ibu berperawakan batak.  Seorang bapak juga ikutan naik. Setelah itu jalan kembali, dan berhenti lagi. Kali ini yang naik seorang bapak tua, dia duduk di sebelahku. Kemudian naik lagi seorang jelmaan pemuda dan bapak, kisaran 35-40an. Dia memilih untuk duduk di dekat pintu, padahal di sebelahku masih ada tempat duduk. 

Saat itu aku melihat seorang bapak yang masih membawa rokoknya. Saya mulai nggak respect sama nih bapak ketika tahu bawa rokok. Saya benci banget lihat orang ngerokok di sekitar orang-orang yang nggak ngerokok. Ckckck. Tadinya kalau dia ingin ngerokok di dalam angkot, aku sudah mengambil ancang-ancang untuk membentaknya, tapi ternyata dia sudah mematikan rokok di dalam. Nah saat itu pula ada seorang pemuda masuk ke angkot dengan pakaian biasa dan tas punggung yang ditaruh di depan sambil merokok. Tapi dia langsung membuang rokoknya saat ingin naik. Dia awalnya ingin duduk di pinggir pintu, tapi karena di dalam masih ada tempat, maka dia memilih untuk duduk di sebelah baby sitter, dan itu artinya dia ada di depan aku. 

Setelah itu muncul lah keanehan-keanehan yang menganggu...
Bapak sebelahku ini mulai bertingkah seperti menutup jendela yang pinggirnya ada di belakangku. Entah maksudnya apa. Sangat menganggu sekali karena mengenai punggungku, seperti tak punya sopan dan tak mengatakan apa-apa. Aku masih bisa sabar. Tapi aneh karena dia menutup jendela hingga melakukannya berkali-kali seolah sangat susah untuk ditutup, hingga akhirnya ada yang jatuh di belakangku. Dia mengatakan cincinnya jatuh. Aku tambah kesal, kok bisa sih jatuh, dasar bapak-bapak pecicilan. Belum lagi dia memaksaku untuk minggir dan maju ke depan seperti mendorong karena dia ingin mengambil kunci/ cincinnya. Yang pasti dia nyebutin itu saat di angkot, kayaknya sih dia lupa dialognya cincin atau kunci yang jatuh. ckck

Aku yang suka kepancing emosi, akhirnya berdiri sejenak sambil angkot jalan, anehnya aku mau aja. Aku berdiri sambil bungkuk, karena angkot kan kecil, jadi mau tak mau harus sedikit berbungkuk sambil melihat tingkah bapak-bapak pecicilan itu. Aku nggak sadar bahwa tasku tak kuapit di ketiak, malah kutenteng lepas mengenai lantai. Entah suara dari mana dan kesadaran itu muncul, aku melihat tasku sudah terbuka seperempat dan ada tangan si pemuda yang ada di depanku. Reflect, aku langsung mundur ke belakang terduduk dan berteriak, "Kamu ngambil apa sih!!!!" "Gila ya kamu!!!" sambil berusaha mengecek dalamnya, dan pujiTuhan aku masih melihat dua handphoneku dan dompetku. The most important! Penumpang sempat pada panik dan bertanya, KENAPA?? Sementara bapak-bapak itu masih dengan tingkahnya yang menganggu tetap ngotot ingin mengambil barangnya yang nggak seberapa itu. Pemuda itu langsung turun karena malu. Angkot juga berhenti sejenak, dan penumpang depan juga bertanya kepadaku, "Kenapa, ada yang hilang?" Aku hanya bisa menjawab lemas, "Tadi mau dicopet, tapi nggak ada yang hilang," ujarku. Aku akhirnya menggertak bapak sebelahku, "NANTI AJA NYARI-NYARI CINCINNYA / KUNCINYA, KALAU UDAH MAU TURUN!!" 

Akhirnya dia terdiam. Kemudian aku langsung pindah ke tempat duduk depanku. Aku melihat jelas sekali bapak itu juga sedikit grogi tapi berusaha menutupi sesuatu. Aku curiga ini komplotan. Akhirnya dia ikut turun sambil masih SOK bingung tak bisa mendapatkan barangnya yang jatuh. Seorang bapak duduk paling ujung bilang, "Itu kayaknya juga teman komplotan deh, berusaha mengalihkan," Aku hanya bisa diam dan kaki masih bergetar. Jadi menganggap semua orang di dalam itu berkomplotan karena udah kelewat panik dan curiga serta shocked.

Dari sini aku ambil pelajaran supaya tidak terulang kalau sedang naik angkot atau metromini..

1. Taruh barang-barang berhargamu seperti handphone dan dompet di bagian tas paling bawah. Kalau perlu taruh di bawah yang juga diresleting supaya pencopet nggak mudah mengambilnya. Kita aja susah ampe setress ambilnya, apalagi mereka. PujiTuhan tadi handphone aku ditaruh di kantong yang susah diambil.

2. Kalau diajak orang bicara, jangan menanggapi dengan ramah. Tetap waspada dan jangan terlalu baik sama orang. Karena saat diajak bicara itu, bisa jadi dia lagi mengalihkan perhatian kamu dan taaaraaaa, diambil deh barang-barang kamu..
3. Kalau ada orang bersikap aneh dan tingkahnya bikin nyebelin, mendingan langsung menjauh dan sinis sekalian. Kalau perlu tegor ketika dia mulai bertindak aneh di angkot.
4. Dari pengamatan aku, pencopet sebelum melakukan aksinya, pasti dia merokok dulu. Kenapa? Untuk menghilangkan setres, biasanya dia butuh sesuatu yang dapat menghilangkan rasa stres itu, soalnya mau bertindak kriminal boo'!
5. Jangan main hape di saat rame ataupun sepi. Jika urgent karena ingin menghubungi orang, it's okay. Tapi tetap waspada dan langsung taruh di tempat di mana kamu harus taruh. Jangan memancing orang untuk mengambilnya. Tidak semua orang seberuntung kita, ada aja bagi mereka kekurangannya atau emang selalu berkekurangan.
6. Pencopet nggak pernah sendirian. Mereka selalu punya komplotan, entah itu dua atau tiga. Mereka butuh pengalihan agar bisa tertuju sama orang yang mengalihkan dan yang satunya beraksi!
 7. Paling penting nih! Jangan lupa berdoa sebelum berpergian. Libatkan Tuhan kemanapun kamu pergi. Kita butuh pelindung. Aku bisa sadar bukan karena aku hebat, tapi karena kuasa Tuhan, aku disadarkan sebelum mereka bertindak lebih jauh. Aku nggak kepikiran kalau tadi seandainya saja Tuhan tak melindungiku selama di angkot :(

I hope my story inspiring you and make you more alert!! :)

1 comment: Leave Your Comments

  1. I think if we were nowhere to be careful and watch berhaga goods such as purses , bags and others
    dewa poker

    ReplyDelete