Kau Menggoda Hingga Jadi Kebanggaanku

By | 10:13 PM Leave a Comment
Senyum girang tergambar di wajahku ketika dirimu tiba. Aku sebenarnya bergirang sekaligus bersedih ketika pertama kali kamu tiba. Girang karna kamu hadir untuk pertama kalinya dan akan menemaniku kemana aku pergi. Tapi juga sedih, karena aku harus berpisah dengan sesuatu yang telah setia menemaniku selama tiga tahun.

Kamu memang menggodaku untuk pertama kalinya ketika aku harus memilih sentuhan warna yang kamu tunjukkan. "Aku pilih yang ini saja ma", ujarku tersenyum. Ya, kamu beruntung karna menjadi pilihan pertamaku.

Pertama kali kamu bersamaku, aku terlihat paling keren dari semua orang yang ada di sekitarku. Ya, itu karena kehadiranmu.
Ketika aku datang ke gereja pun, smua orang yang melihatmu menggoda kita berdua.
"Ciye, baru yaaaa. Kenalan dong", goda mereka. Tapi aku hanya menunjukkan senyum terkerenku. "Ah, enggak kok. Udah lama. Lama ditempatnya yang dulu", seakan tidak mau memamerkan kehadiranmu.

Kalau orang pacaran, pasti mereka punya nama panggilan sayang, seakan menunjukkan kalau seseorang itu benar-benar istimewa dan berharga. Akupun merasakan yang sama. Aku harus memberikan nama sayang kepadamu. Tapi jujur, aku bingung. Beruntunglah tanteku membantuku mencari nama kesayangan untukmu. "Varijem", ucap tante iseng. "Ah,lucu lucu. Aku suka nama itu. Sederhana, mewakilkan, sekaligus terlihat desa", teriakku senang.

Mulai saat itu,aku selalu manggil namamu dan menyebutkannya di depan orang-orang. Yang tadinya tidak mau terlihat menunjukkan hadirmu, tapi sekarang dengan berani aku memanggilmu dan mengenalkannya pada semua orang.

Hingga ada seseorang yang tertarik padamu dan bertanya padaku, "Aku boleh bareng nggak sama kalian"? Dan sedihnya itu adalah kekasih masa laluku. Tapi aku tidak menolak dan malahan memperbolehkannya untuk berjalan bersama kamu dan aku. Dia menikmatinya dan memujimu. Aku jadi semakin bangga memilikimu. :)

Aku juga sedih karena tubuhmu pernah disenggol oleh dua tubuh yang lain walau hanya dari belakang. Padahal aku sangat tidak rela jika kamu disentuh dengan yang lain. Ya untungnya, kamu nggak kenapa-kenapa. Belum sampai pada tahap stadium 2. :)

Terimakasih Varijem, selalu setia padaku di saat aku butuh. Kamu nggak pernah mengeluh, bahkan berteriak. Kamu hanya mengomel ketika aku tidak memperhatikanmu. Kamu luar biasa dan akan slalu jadi kebanggaanku kemana aku pergi.

Dari seseorang yang membutuhkanmu, Varijem.

0 comments:

Post a Comment